Balai Teknologi Informasi dan Data Pendidikan Provinsi NTB
  • Pengumuman Hasil Lomba MembaTIK Tahun 2021 BTIDP ...
  • ASSALAMUALAIKUM..WR...WB... YUK IKUTI LOMBA memBATIK TAHUN 2021..... ...
Kapusdatin Membuka secara Resmi Kegiatan Kajian Infrastruktur Aplikasi Rumah Belajar sebagai Reposit

Kapusdatin Membuka secara Resmi Kegiatan Kajian Infrastruktur Aplikasi Rumah Belajar sebagai Reposit

Jakarta, (26/2); Rumah Belajar sebagai salah satu produk dari Pusdatin Kemendikbudristek, merupakan sebuah portal pembelajaran yang menyediakan berbagai bahan belajar serta fasilitas komunikasi dan interaksi antar komunitas Pendidikan.

Rumah Belajar bermanfaat sebagai sumber belajar, sarana e-pembelajaran antara peserta didik dan pendidik baik dalam satu sekolah maupun antar sekolah, sarana komunikasi dan kolaborasi baik antara individu pendidik dan peserta didik maupun antar sekolah, serta sebagai wahana pengembangan profesionalisme pendidik.

Salah satu upaya mengoptimalkan pemanfaatan Rumah Belajar sebagai pemanfaatan teknologi pembelajaran adalah dengan pemutakhiran portal sesuai dengan kebutuhan pengguna. Dengan perubahan kondisi dan perlunya perbaikan mutu pelaksanaan, maka perlu dilakukan pengembangan dan perbaikan untuk portal Rumah Belajar terutama dalam mengelola konten yang ada.

Hal itulah yang melandasi dilaksanakannya kegiatan Kajian Infrastruktur Aplikasi Rumah Belajar sebagai Repositori Konten. Dalam sambutan pembukaan kegiatan, Koordinator Substansi Pemanfaatan Teknologi Pembelajaran, Wibowo Mukti, M.Si, menyampaikan bahwa, untuk melaksanakan kajian infrastruktur Rumah Belajar, Tim Rumah Belajar melibatkan banyak tim untuk berkolaborasi bersama.

“Diantaranya kami melibatkan rekan-rekan Substansi Produksi, yang kami harapkan dapat memperkuat kajian konten Rumah Belajar, agar lebih kekinian dan sesuai dengan selera pasar. Selanjutnya rekan-rekan Substansi Tata Kelola TIK untuk memperkuat kajian infrastruktur Rumah Belajar. Lalu rekan-rekan substansi Data untuk empowering Rumah Belajar dari sisi integrasinya dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Serta tidak lupa rekan-rekan Duta Rumah Belajar, untuk kita ambil user experience-nya dalam praktek pengoptimalan Rumah Belajar di lapangan”, ujar Wibowo.

Menanggapi pernyataan tersebut, Kapusdatin M. Hasan Chabibie menyampaikan bahwa kita sering mendengar, sebuah perusahaan teknologi yang dahulu sangat besar, yang akhirnya saat ini sudah tidak berkembang, dan pada akhirnya tutup. Namun kita juga pernah mendengar, startup yang awalnya kecil, melejit menjadi startup yang luar biasa besar.

“Dunia teknologi ini madzhabnya lain. Mendikbudristek, Nadiem Makarim pernah menyampaikan, jangan pernah jatuh cinta pada produkmu sendiri. Kalau sudah tidak sesuai dengan keinginan user, kita harus rela untuk meng-close atau me-shutdown aplikasi tersebut”, ujarnya.

Kapusdatin kemendikbudristek, Dr. M. Hasan Chabibie didampingi Koordinator Substansi Substansi Pemanfaatan Teknologi Pembelajaran, Wibowo Mukti, M.Si


“Saya ingat naiknya statistik pengguna Rumah Belajar di tahun 2019, didapatkan dari usaha kita untuk membuat trend setter dengan menampilkan foto ikonik kita, yakni mengangkat tablet/phone yang telah diinstal aplikasi Rumah Belajar, bersama-sama dengan diperlihatkan ke depan pada saat acara-acara sosialisasi Rumah Belajar”, lanjutnya.

Oleh karena itu, dalam kajian terkait Infrastruktur dan Aplikasi Rumah Belajar, Kapusdatin mengajak seluruh peserta untuk melakukan retropeksi terhadap Rumah Belajar. Kita harus menciptakan trend setter dan inovasi yang lain, agar Rumah Belajar tetap eksis, jangan sampai kita terpaksa haru mengclose atau menshutdown aplikasi yang kita cintai ini.

Tentu, kita tidak bisa lagi menggunakan trend mengangkat tablet/phone dengan logo aplikasi Rumah Belajar, untuk menarik minat pengguna. Pembacaaan terhadap situasi kedepan, ini menjadi kunci agar Rumah Belajar tetap survive di masa depan.

Dalam kesempatan ini juga Kapusdatin Kemendikbudristek menyematkan selempang kepada Duta Rumah Belajar Terbaik 2021, Filemon Sagala, S. Si (DRB 2021 Propinsi DKI) dari SD Tarakanita 5 Jakarta.

Komentar